Senin, 22 November 2010

Rabu, 17 November 2010

RINCIAN KONTRIBUSI DANA UNTUK DIKLAT ABSTRA KE-III BAGI ANGGOTA PRA/ CALON ANGGOTA BARU ABSTRA

 Transportasi : 40. 000
 Konsumssi @5000 x 5 : 25. 000
 Pin : 5000
 Sertifikat : 3000
 Kesehatan : 2000
 Tiket masuk : 5000

 Total : 80.000
PENUGASAN UNTUK DIKLAT ABSTRA KE –III
TUGAS INDIVIDU
• Membawa pralatan pribadi( shalat dan mandi)
• Membawa kaos oblong atau T-shirt minimal 2 buah
• membawa Celana training 2 buah
• membawa jaket
• membawa slayer
• membawa kaos kaki dan sarung tangan
• membawa obor yang terbuat dari botol-botol minuman
• membawa obat-obatan pribadi
• membawa alat tulis
• membawa mie instan 3 buah
• membawa senter (dilarang senter korek api)
• membuat ID card atau keplek berbentuk semanggi dan di laminating
• membawa sandal jepit dan sepatu kets
• membawa air mineral 1 botol
• membawa kantong plastik 1 buah
• membawa jas hujan
. membawa bawang putih satu siung

TUGAS KELOMPOK
 membawa kayu bakar 4 iket perkelompok
 membawa timun emas dan semangka 1 buah tiap kelompok
 mebawa tali pramuka 4 buah perkelompok
 membawa tongkat pramuka 5 buah perkelompok
 membawa beras 4 kg perkelompok

Sabtu, 21 Agustus 2010

Jumpa yang Sulit diTerjemahkan

Lelaki yang menyimpulkan tali sepatu hitam di depan surau kecil itu adalah rerindu yang bersemedi diantara dimensi ruang dan waktu yang tak mampku kurengkuh

Sedang…

Perempuan yang duduk termangu dengan raut layu sambil memegang dagu, kemudian sesekali melepas rindu pada alunan tembang lagu dibalik dinding-dinding surau adalah aku yang kini bermain dengan sajak temu

Kami bertemu dalam permainan kasat mata dibalik lensa minusku diantara suara-suara sumbang dan tawa riuh di sudut kantin kecil itu

Dan… bangku, meja-meja yang berjejer itu adalah saksi pilu ketika rumput-rumput kecil yang kecoklatan itu berdendang dengan syair yang kubisikkan melalui desiran angin selepasku memandang

Pertemuan kedua

Aku mencoba menafsirkan liup gerimis dimatamu yang berlarian sambil mencoba melempar senyum ketika mata kita saling mencuri di pucuk siang yang menyengat

Jumpamu luluh ratakan pilar-pilar pahatan kebencian hati yang pernah tercabik di ujung musim lalu
Jumpamu mengoyak pula pikir dan imajinasiku yang berkutat dengan seribu tanya tentangmu

Sebab…

Rambutmu tebal berkilau dibebat silau mentari siang
Dan kusaksikan sebentuk lukisan yang tersirat diantara lekuk alismu

Sementara dipucuk pelipis kirimu, bertengger setetes keringat yang siap meluncur di sepanjang rona pipi tirusmu

Hingga tissue basah yang tergenggam kemarin seraya ingin menyeka bintik keringat yang tumpah lalu berkarat diwajahmu

Dan terbacalah sudah kepedihan yang tersembunyi dibalik raut wajah teduhmu yang sayu




Pertemuan ketiga

***
Begitulah…
Igauanku dalam jumpa luruh meremukkan senyum awan-awan sambil melempar asa pada tiap-tiap hari yang kulalui ketika ku tak tau tentangmu



Kota Debu - Pulau Garam,
23-26 Mei 2010

Awank-awank Kecil

Poto-poto DIklat ABStra II di Coban Rondo

SELAMAT DATANG DI COBAN RONDO

Salah satu anggota ABStra yang kini menjadi Ketua Umum UKM FISIB Fotografio dan Jurnalistik 2010, berpose di situs legenda Coban Rondo.


Ketua Umum UKM FISIB ABStra angkatan 2008/2009

Wakil Ketua Umum ABStra 2008/2009



Di bawah ini anggota baru angkatan II
Teroris, Eh, Anggota Baru angkatan II ABStra











Cas Cis Cus Narsisnya Panitia Diklat






Sampai Jumpa di Diklat Anggota Baru ABStra FISIB 2010 Angkatan Ke - III

Senin, 03 Mei 2010

Bangsa Serakah


Merdeka…Merdeka…Merdeka…

Negara tak juga kaya

Masih banyak yang tak punya

Tangisan bayi tak berdosa menahan haus dahaga

Rintihan gemercik air mata orang merana

Kehidupan tak lagi seimbang

Tumpukan emas jadi rebutan

Yang kaya hidup semena-mena

Yang tak punya menadah-nadah

Merdeka…merdeka….merdeka

Tak lagi dikumandangkan kaum bawah

Bangsa ini bangsa serakah.

c_foel
03/04/2010

Rasa danHati



Ku punya rasa dan ku juga punya hati,
Tapi semua sama membiarkan kebahagiaan sirna oleh kekecewaan
Tak seharusnya hati berbicara sendiri,
Walaupun sulit untuk berbagi sedih
Langit, awan, dan matahari semua menyaksikan ku
Yang terbelenggu dalam jerit tangis kesedihan
Daun-daun yang sengaja menghibur ku
Dengan belaian ranting dan dahannya yang lugu
Tapi itu semua tak bisa membuat ku bangkit dari jeratan hati
Begitu juga dengan kawan-kawan ku
Yang selalu memanjakan dengan sentuhan kata-kata lucu membuat ku lupa
siapa aku.

c_foel
03/05/2010